BAHAYANYA APLIKASI TIK TOK ZAMAN SEKARANG

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) baru saja memblokir akses aplikasi Tik Tok. Pemblokiran ini lantaran ditemukan banyak konten negatif di aplikasi tersebut.

Digunakannya Tik Tok sebagai sarana anak dan remaja untuk berekspresi menjadikannya popular di Indonesia. Tetapi, penggunaan Tik Tok juga berdampak bagi psikologis anak.

"Kalau secara psikologis efeknya macam-macam, walau tidak sama di setiap anak," kata psikolog anak dan remaja
Gambar terkaitRatih mengatakan bahwa karakteristik anak dan remaja pengguna Tik Tok perlu dikaji sebelum menilai dampak Tik Tok terhadap psikologis mereka. Misalnya apakah mereka menggunakan Tik Tok karena senang mendapatkan perhatian atau sekedar sarana berekspresi.

Tetapi menurut Ratih bahaya terbesar yang dihadapi anak yang menggunakan Tik Tok adalah grup dan komunitas Tik Tok yang isinya orang asing.

"Yang paling bahaya itu bisa bikin group chat yang isinya orang tidak dikenal. Dan rentang usianya beragam, mulai dari yang masih muda banget sampai yang sudah remaja akhir," ujar Ratih.

Setelah berkenalan dengan orang di grup tersebut, biasanya percakapan dilanjutkan dengan chat pribadi. Ratih memberikan contoh anak di bawah umur yang mengirimkan foto telanjang dada kepada orang asing yang dikenalnya melalui grup tersebut.

Ratih kemudian mengatakan bahwa pemblokiran akses Tik Tok oleh Kominfo hanya cara gampang yang diterapkan pemerintah. Karena konten dan layanan seperti ini bisa dilakukan dimana saja. Hasil gambar untuk IMAGE TIK TOKMenurutnya yang lebih penting untuk dilakukan adalah membentuk sistem kontrol yang lebih baik. Karena banyak anak-anak yang menggunakan aplikasi yang tidak sesuai umurnya.

Tik Tok sendiri sebenarnya memiliki batas usia minimal 16 tahun untuk penggunanya. Tapi Ratih menemukan anak berusia delapan tahun yang menggunakan Tik Tok.

Orang tua juga harusnya lebih proaktif dalam mengawasi penggunaan gadget oleh anak. Ratih juga menyarankan orang tua untuk membuat kesepakatan dengan anak ketika ingin menggunakan media sosial.

"Harus ada kesepakatan ketika ingin main sosmed. Misalnya, orang tua harus jadi teman anak di sosmed," tutup Ratih.

Sebelumnya diberitakan mulai Selasa siang (3/7/2018), Kominfo resmi memblokir akses aplikasi Tik Tok. Hal ini lantaran banyaknya ditemukan konten negatif di aplikasi tersebut.

Saat memutuskan akan memblokir Tik Tok, Menkominfo Rudiantara mengaku telah berkoordinasi dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).Hasil gambar untuk IMAGE TIK TOKHasil gambar untuk IMAGE TIK TOK

Komentar

  1. terima kasih atas infonya bang... semangat teruss..

    BalasHapus
  2. baru sadar saya tik tok itu menurunkan prestasi saya

    BalasHapus
  3. Sangat cocok memang tiktok itu d blokir.karena menurunkan prestasi siswa

    BalasHapus
  4. sangat cocok tik tok itu di tinggal kan karena aplikasi tik tok itu tidak berguna.

    BalasHapus
  5. Itu memang sangat cocok supaya kita dapat meninggalkan tik tok dan meningkatkan prestasi kita agar kita dapat sukses

    BalasHapus
  6. Info ini memang bagus karena buat apa tik tok kalau tidak bisa buat sukses lebih baik tingkatkan prestasi supaya kita sukses

    BalasHapus
  7. Terimakasih atas infonya

    Saatnya memulai hal baru dengan semangat belajar

    BalasHapus
  8. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  9. Tik tok tidak mengganggu prestasi.
    Bahkan tik tok dapat dijadikan hiburan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Karena saya salah satu penggemar tik tok.
      Tik tok tidak pernah mengganggu pelajaran saya.
      Tik tok bahkan menghibur saya disaat saya bosan.

      Hapus
    2. Karena saya salah satu penggemar tik tok.
      Tik tok tidak pernah mengganggu pelajaran saya.
      Tik tok bahkan menghibur saya disaat saya bosan.

      Hapus
  10. Wowww artikelnya memotivasi sekali , anak muda jaman sekarang memang seharusnya meninggalkan tiktok

    BalasHapus
  11. Wowww artikelnya memotivasi sekali , anak muda jaman sekarang memang seharusnya meninggalkan tiktok

    BalasHapus
  12. jika kita menggunakan tiktok dengan baik itu tidak akan merusak prestasi kita.

    BalasHapus
  13. Tik tok itu bukan aplikasinya yang salah, yang menggunakan yang salah

    BalasHapus
  14. Benar sekali, kita harus meningkatkan prestasi dan mutu sdm

    BalasHapus
  15. Kalo boleh tik tok itu sudah dapat di hapus karena dapat merusak masa depan bangsa

    BalasHapus
  16. mantap juga informasi ya bosss

    BalasHapus
  17. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus

Posting Komentar